SELAMAT DATANG DI AGEN BOLA TERBAIK BIDANBOLA. AGEN BOLA TERPERCAYA, CASINO ONLINE INDONESIA. BONUS ROLLINGAN LIVE CASINO 1%, BONUS DEPOSIT 10% SPORTSBOOK & COCKFIGHT (HANYA NEW MEMBER), BONUS TURNOVER SPORTBOOK UP TO 0.75%, BONUS DEPOSIT WEEKEND 3% (SABTU & MINGGU), BONUS CASHBACK SPORTBOOK & COCKFIGHT S/D 20%, BONUS INVESTASI 2.5% (SEUMUR HIDUP). JANGAN LEWATKAN PERTANDINGAN PIALA DUNIA RUSIA 2018, TANGGAL 15-07-2018 PADA PUKUL 22:00 WIB ANTARA FRANCIS VS KROASIA YANG AKAN DI SIARKAN SECARA LANGSUNG DI TRANS TV. DUKUNG TERUS NEGARA FAVORITMU BERSAMA WWW.BIDANBOLA.COM
Agen Bola Terbaik - Real Madrid Rugi Banyak, Alasan Ronaldo Pindah ke Juventus

Agen Bola Terbaik - Real Madrid Rugi Banyak, Alasan Ronaldo Pindah ke Juventus, Banyak isu berseliweran setelah Cristiano Ronaldo memutuskan hengkang dari Real Madrid untuk hengkang ke Juventus pada bursa transfer musim panas 2018. Hal tersebut mulai dari permintaan kenaikan gaji yang tidak dikabulkan, hingga perseteruan Ronaldo dengan presiden Madid, Florentino Perez.

Namun, jurnalis The Telegraph Sam Wallace coba mengungkap tabir yang sebenarnya. Wallace menilai, ada alasan kuat mengapa Los Blancos (Real Madrid) menjual Ronaldo. Manajemen Madrid melakukan hal tersebut karena terpaksa.

Karena, jika Ronaldo tidak dijual, Madrid bisa mengalami kerugian dan terancam melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) yang diterapkan UEFA. Melepas Ronaldo, berarti Madrid mendapatkan 100 juta euro (Rp1,64 triliun).

Selain itu, mereka juga bisa berhemat dalam hal pengeluaran gaji, yang mana gaji kotor Ronaldo pada saat itu mencapat 42 juta euro atau sekitar Rp690 miliar per tahun. Dengan menjual Ronaldo, Madrid mendapatkan keuntungan 43 juta euro (Rp707 miliar).

Bagaimana jika manajemen Madrid kekeuh mempertahankan Ronaldo? Mereka bisa mengalami kerugian sebesar 87 juta euro atau sekitar Rp1,43 triliun!

Karena itu terungkap sudah, mengapa Madrid hanya mendatangkan pemain sekaliber Mariano Diaz untuk menggantikan posisi Ronaldo pada bursa transfer musim panas 2018. Karena, mereka tidak memiliki cukup dana untuk mendatangkan pemain kelas dunia pada saat itu.